Jumat, 29 Januari 2016

Selamat.

Mungkin bagi orang-orang akan terasa menyakitkan; bagaimana tidak? Disakiti berkali-kali dan kita masih berusaha untuk tetap mencoba bertahan.
Dulu, aku memang merasakan sakit yang luar biasa saat melihatmu bersama dengan orang lain – untuk kesekian kalinya. Tapi aku masih percaya dengan semua yang aku rasakan, bahwa mungkin suatu saat kau akan berubah.
Satu dua kali kau menyakitiku, mungkin itu suatu kekhilafanmu yang masih bisa kau perbaiki. Tapi jika sudah tiga bahkan empat kali? Apa itu masih bisa dibilang sebagai suatu kekhilafan?
Aku tau dunia ini tidak hanya sebatas memikirkan masalah perasaan saja. Tapi taukah kamu, bahwa orang yang sabar pun bisa berubah menjadi muak jika kau terus menerus melakukan hal yang sama kemudian pergi tanpa pertanggung jawaban.
Aku menyerah. 
Kali ini aku menyerah dengan perasaanku kepadamu. Aku sudah sangat dan terlalu lelah menghadapimu yang terus menerus menyakitiku, seolah-olah kau sengaja melakukan itu semua.
Satu pernyataan kamu yang sangat aku ingat bahwa “Wanita itu tidak seharusnya menjelek-jelekan lelaki yang sudah tidak lagi bersamanya, karena bagaimanapun kalian (wanita) membutuhkan kami (lelaki)."
Sekarang aku tau balasan dari pernyataan itu, “Mungkin memang tidak baik untuk menjelek-jelekan siapapun itu, akan tetapi bisakah kalian (lelaki) tidak bersikap semena-mena kepada wanita dan bersikap sepatutnya lelaki, seperti bertanggung jawab dan tidak lari dari kenyataan? Jika kalian (lelaki) menjawab tidak bisa, mungkin kalian belum pantas disebut lelaki. Karena kami (wanita) mempunyai perasaan yang lebih halus daripada kalian.”
Intinya sama, kita tidak akan melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan kepada kalian jika kalian memperlakukan kita dengan baik. Entah itu wanita ataupun lelaki.
Jadi, jika kalian merasa dijatuhkan, tidakkah kau pernah berpikir untuk bercermin? Apa yang sudah kau lakukan kepada orang lain sehingga mereka memperlakukanmu begitu?

Selamat berpikir :)

Rabu, 02 September 2015

A man I had never met

Kalian pernah ngerasain yang namanya cinta buta nggak? 
Bebas sih mau ngartiinnya kayak gimana. Cuman, cinta buta menurut aku tuh yang bener-bener suka sama seseorang, tapi kalian ga pernah ngeliat wujud dia secara langsung. Kamu tau muka dia kayak apa, namanya siapa, tinggalnya dimana, tapi cuman berdasarkan foto dan deskripsi dia sendiri. Kita nggak bisa mastiin dia itu bener-bener ada di dunia, atau cuman tokoh fiksi yang dibuat oleh seseorang yang terobsesi. 
Well, aku pernah ngerasainnya. Dan sampe sekarang aku nggak tau itu real atau fake. 


Namanya Riski Valdino Wijaya. Aku biasa manggil dia 'jelek', riski, atau valdin. Yang aku tau, dia kelahiran Jakarta, 14 Januari 1989 (uh, sebenernya aku nggak begitu yakin sama tahunnya). Dia salah satu mahasiswa fakultas ekonomi di Universitas Indonesia, Jakarta. 
Awal pertama aku kenal dia, mungkin sekitar tahun 2007 atau 2008 awal. Aku masih ingat, waktu itu aku masih memakai seragam putih-biru. Yap, aku kenal dia lewat jejaring sosial, friendster. Valdin orangnya asik, walaupun saat itu aku masih bocah (pake banget). Sebenernya aku kenal dia nggak sendiri sih, ada salah satu temen aku juga yang kenal sama dia (kalo mau tau siapa, langsung tanya aku aja ya). Tapi ya karna emang saat itu aku masih bocah, arah obrolannya juga nggak aneh-aneh. 
Setelah masuk salah satu SMA negeri di kota tempat tinggal aku, jaman pun semakin berubah. Ditemukanlah sebuat jejaring sosial baru yang bernama, facebook. Lucunya, dulu, aku sama Valdin itu sama-sama gaptek. Nggak ngerti banget lah buat ngegunain jejaring sosial kayak gitu, tapi anehnya, kita sama-sama pengguna berbagai macam jejaring sosial yang ada. Ya, kita make jejaring sosial sebagai media buat kita bisa saling komunikasi. 
Hubungan aku sama Valdin pada awalnya cuman sebatas ikatan sayang kayak saudara. Ya, mungkin ini karena aku yang nggak begitu deket sama kakak kandung aku, dan Valdin yang nggak punya saudara alias anak tunggal. Dan anehnya, aku lebih sering dan lebih banyak cerita sama Valdin daripada temen aku yang juga kenal sama Valdin. Entah, mungkin karena aku udah terlanjur nyaman sama dia, meskipun aku nggak pernah tau muka dia kayak apa. 
Aku cerita banyaaaaaaaaaakkkkkkk baaaanggggeeeettttttttt hal sama Valdin. Mulai dari sekolah, keluarga, temen, sampe pacar sekalipun aku ceritain hampir mendetail ke dia. Aku inget, waktu aku masih jadi anak baru di sekolah, aku pernah cerita ke Valdin soal senior cowok yang ngedeketin aku dan pada akhirnya jadi pacar aku (oke, sekarang mah mantan ya). Aku juga sempet ngenalin (mantan) pacar aku itu ke Valdin. Dia bilang 'kalo dia macem-macemin kamu, bilang sama kakak ya. Kakak nggak mau kamu disakitin orang, apalagi cowok'. 
Oke, singkat cerita, aku putus sama senior aku itu. Tentu aku cerita sama Valdin. Tapi aku nggak bisa cerita sesering dulu. Dia sering ngilang, bener-bener ngilang nggak ada kabar. Aku punya nomor handphonenya, sempet beberapa kalo aku coba hubungin, tapi nggak ada balesan. Dari situ aku sempet mikir kalo dia ga mau jadi 'pendengar setia' aku lagi. 
Ternyata, setelah berbulan-bulan menghilang, dia balik lagi saat aku udah kelas 2 SMA. Dia.... Entah kenapa, aku ngerasa ada yang berubah sama dia. Valdin jadi lebih.........romantis. Jaman dulu (masih musim facebook, tentunya), aku sama valdin lumayan sering ngebuat salah satu diantara kita jadi geer. Kayak, buat-buat status romantis terus masukin nama kita di update-an dia, buat note yang isinya lirik lagu romantis terus di tag ke facebook kita masing-masing, pokoknya lucu deh. Ya, seenggaknya, lucu pada jamannya. 
Kayaknya kalo aku ceritain semuanya bakalan panjang banget deh ya. Intinya, pas aku kelas 2 SMA dulu, aku sempet jadi predikat sebagai 'pacar'nya Valdin. Aku juga gatau kenapa tiba-tiba dia minta aku untuk jadi pacarnya. Aneh. Karna selama ini aku udah nyaman sama dia sebagai kakak aku sendiri. Tapi ya, semuanya terjadi gitu aja. Aku pacaran sam Valdin nggak lama, cuma 2 bulan. Dua bulan yang kemudian dia menghilang lagi berbulan-bulan. Lucunya, aku sempet curhat sama salah satu guru aku tentang Valdin. Aku juga gatau dapet petuah darimana sampe aku bisa cerita tentang Valdin. Dan, guru aku bilang 'ngapain kamu mikirin orang yang nggak pernah kamu temuin? emang dia mikirin kamu? udah jangan terlalu dipikirin, kalo dia emang jodoh kamu, pasti nanyi dia bakal nyari kamu lagi kok'. Ga ada yang salah sama kata-kata barusan, cuman namanya perasaan, se-salah apapun dimata orang lain tetep aja bagi kita, semuanya terasa bener. 
Hubungan aku sama Valdin juga udah nggak tentu lagi. Dia sering banget ngilang dalam jangka waktu yang cukup lama. Sampe suatu saat, aku tau dari salah satu temennya kalo dia lagi sakit. Dia ngilang selama ini ternyata karena dia lagi berobat. Beberapa kali aku nanya ke Valdin tentang sakitnya, tapi dia nggak mau jawab. Aku nggak tau pasti dia sakit apa (atau lebih tepatnya aku nggak tau dia beneran sakit apa nggak). Semakin kesini, aku udah jarang banget bisa ngobrol lagi sama dia. Mungkin sakitnya udah cukup parah, aku nggak pernah tau itu. 
Suatu hari, Valdin ngenalin aku ke salah satu sepupunya. Anaknya masih kecil, aku lupa SD apa SMP, namanya Naurah. Aku tau kabar tentang Valdin melalui dia. Tapi lagi-lagi, aku nggak bisa ketemu sama dia. Aku nggak bisa ketemu sama mereka semua. Aku nggak tau mereka itu bener-bener tokoh nyata di kehidupan ini atau cuman khayalan. 
Sore itu, 3 Februari 2013, entah kenapa aku pengen banget buka Twitter. Stalking di timeline aku sendiri, sampe akhirnya aku ngeliat tweet dari sepupunya Valdin yang bilang 'selamat jalan kakakku, semoga tenang disana'. Bisa kebayang nggak? Lama nggak dapet kabar dari Valdin, terus saat itu aku harus nerima kenyataan kalo dia udah meninggal? Gila! Saat itu aku panik, nangis sejadi-jadinya. Aku sampe ngirim pesan ke sepupunya Valdin buat mastiin tweet dia. Sampe akhirnya dia sendiri yang bilang 'iya kak, kak Valdin meninggal tadi sore'.
Aneh emang, aku tau. Kenapa aku harus nangis sebegitunya buat orang yang sama sekali nggak pernah aku temuin dan aku juga gatau bener apa nggak dia ada di dunia ini? Sekarang aku cuma bisa bedoa, terlepas dari nyata atau nggaknya sosok Valdin, aku harap dia bahagia sekarang. Bahagia dengan kehidupan dia sekarang, dimanapun dia berada. 


Intinya gini, aku jadi sadar sekarang kenapa banyak yang bilang kalo cinta itu buta. Karena cinta itu nggak cuman harus dilihat, nggak cuman harus disentuh, tapi cinta itu menyangkut tentang perasaan. Oke, nggak semua hal harus disangkutkan sama perasaan, cuman paling nggak, cinta itu tentang apa yang kita rasain. Benar atau salahnyapun, cuman kita yang tau. Kenapa? Karena definisi cinta bagi setiap orang berbeda-beda.

Jumat, 16 Januari 2015

Happy Wedding.

Palembang, 31 Maret 2015. 

Ini adalah hari istimewa, setidaknya untukku. Hari dimana aku dilahirkan ke dunia, hari dimana aku dapet bernafas untuk pertama kalinya. Usiaku memasuki dua puluh satu dan aku telah melewati banyak sekali hal-hal yang kadang tidak aku mengerti di dunia ini. 
Hari ini, biasanya aku akan dikunjungi oleh teman-teman terdekatku. Satu hal yang aku tau, dulu, yang awalnya banyak sekalo mereka yang mengunjungiku dihari ini, kali ini hanya sedikit, sedikit sekali. Mungkin inilah yang mereka sebut seleksi alam, hanya beberapa yang akan tetap dan terus bertahan. Tapi ada hal yang terasa kurang tahun ini. Salah satu temanku, teman terbaikku tidak berada disini. Saat mereka yang lain datang, satu pertanyaan yang aku ucapkan, 'where is she?'
Ya, dia tidak hadir. Dia tidak hadir bukan karna dia tidak ingin menemuiku lagi. Tapi dia tidak hadir, aku percaya, demi kebaikan dia kelak. Sedih memang bila sahabat kita tidak ada dihari istimewa kita, tapi disisi lain, aku juga tidak ingin dia membahayakan dirinya sendiri hanya untukku. 


Palembang, 3 April 2015

Hari ini, mungkin akan menjadi salah satu hari bersejarah bagiku, dan mungkin untuk beberapa temanku. Ya, she's getting married. 
Dia yang aku kenal sejak kelas pertama di sekolah menengah akhir. Dia yang datang ke sekolah setiap hari dengan rambut dikucir kuda lengkap dengan seragam rapi dan nyaris tidak pernah berurusan dengan guru bagian pelanggaran. Dia yang memiliki wajah tidak bersahabat di awal pertemuan. Dia yang aku tau hanya memiliki beberapa teman dekat di sekolah. Dia yang berbicara apa adanya, tidak peduli itu menyenangkan ataupun menyakitkan. Dia yang selalu bilang kalau aku adalah orang yang paling cengeng. Dia yang, ah entahlah. Air mataku sudah cukup banyak mengalir hanya untuk mendeskripsikan dirinya. Hari ini dia resmi menjadi seorang istri. Istri dari seorang pria yang memang sangat dikaguminya dan pasti sangat dicintainya. Kau tau artinya apa? Hari ini aku akan kehilangan dia. Tidak, tunggu, kenapa aku harus kehilangan dia? Ya, suka atau tidak suka, dia tidak bisa selalu bersamaku seperti kemarin. Dia tidak bisa selalu menemaniku saat aku hanya ingin menghabiskan waktu yang tidak penting bersamanya. Ah, mungkin rasanya akan sulit sekali bertemu dengannya kelak. 
Kembali ke pernikahan, ya seperti yang sudah jauh aku perkirakan, aku akan menangis hari ini. Tentu saja! Siapa yang tidak menangis melihat sahabatnya menikah? Ini menjadi tangisan bahagia sekaligus menyedihkan. Tentu saja aku bahagia. Aku bahagia melihatnya bahagia bersama orang yang dia yakini dan percaya dapat membuatnya bahagia juga. Disisi lain, aku akan sangat sedih. Percaya atau tidak, kau akan pergi. Ya, tak ada lagi hal-hal bodoh yang biasanya bisa kita lakukan hampir setiap hari. Well, dibalik semua itu, aku yakin bahwa kau telah memasuki fase kehidupan yang baru, yang bisa membuatmu lebih dewasa dan pastinya bahagia. I'm happy for you, girl ♥️


Palembang, 5 April 2015. 

Hari baru, resepsi pernikahan. Yap, butuh perjuangan untukku agar dapat mendatangi resepsi ini. Kau tau? Tadi malam aku masih berada di Prabumulih. Tempat dimana aku melakukan penelitian untuk tugas akhirku. Awalnya aku ingin kembali ke Palembang tanggal 4 malam, hanya saja ada beberapa halangan yang tidak memungkinkan untukku kembali tanggal 4. But finally, disinilah aku. Tepat hari ini jam 10 pagi aku bisa berada di gedung tempatmu melakukan resepsi pernikahan. No more tears. Alhamdulillah, hari ini aku tidak lagi mengeluarkan air mata. Selain aku tidak ingin merusak make-up-ku sendiri, aku tidak ingin melihatmu sedih jika aku menagis di hari bahagiamu ini. 
Satu hal yang aku katakan saat melihatmu masuk ke gedung (tentunya dengan pasanganmu) yaitu, 'oh my God, she's beautiful...' Jujur, aku sedikit tidak percaya. Itu kamu? Itu sahabat aku yang mengenakan pakaian pernikahan? Ini serius? Waktu berlalu begitu cepat, terlalu cepat. Ya, sekali lagi aku bahagia melihatmu. Entahlah, rasanya aku tidak tau lagi apa yang harus aku tuliskan untuk mengungkaplan betapa bahagianya aku sekarang. Ohya, aku punya beberapa doa untukmu, sahabatku. Semoga dengan adanya pernikahan ini, kalian berdua menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warrahmah, semoga kau menjadi wanita yang lebih baik dan bisa membahagiakan suamimu dalam keadaan apapun, semoga pendidikanmu segera diselesaikan, semoga cepat mendapatkan keturunan (yeay, can't wait for a little baby), semoga kau menjadi wanita terbahagia dan akan selalu bahagia sepanjang sisa hidupmu.
Happy wedding, Irma Wahyuni. I love you to the moon and back!♥️


P.S: i'm sorry for late posting. Hope you enjoy it, guys!♥️
P.S(again) : sorry for your ugly picture, Im! I still love you, anyway. Xoxo

Kamis, 15 Januari 2015

Teruntuk kalian...

Teruntuk kalian, teman-temanku. 
Apa kalian ingat, bagaimana cara Tuhan mempertemukan kita untuk menjadi teman dalam suka maupun duka?
Rasanya baru kemarin aku melihat kalian sebagai orang asing yang tak tau apa-apa tentang kehidupanku. Aku melihat orang-orang yang datang dan pergi memasuki kehidupanku. Ya, dulu, rasanya aku memiliki banyak sekali orang-orang yang berada di sampingku saat aku terpuruk. Saking banyaknya, aku tidak bisa menolak bila diajak untuk melakukan hal-hal yang 'katanya' menyenangkan. 

Teruntuk kalian, teman-temanku. 
Aku tau, perjalanan kita dalam menjalin pertemanan ini tidaklah mudah. Ada kalanya dimana aku tidak ingin diganggu oleh kalian, ada kalanya aku tidak ingin melihat kalian lagi, ada kalanya aku merasa amat membenci kalian, dan ada kalanya aku merasa tidak bisa hidup tanpa kalian. 
Apa aku berlebihan? Entahlah, seperti itulah yang aku rasakan. 

Teruntuk kalian, teman-temanku. 
Tak terasa bertahun-tahun telah berlalu. Sekarang aku bisa melihat, mana orang yang mendatangiku hanya dikala mereka kesusahan, mana orang yang hanya mendatangiku mencari kebahagiaan semata, dan mana orang yang selalu berada didekatku tanpa peduli masing-masing sedang susah ataupun senang. 
Ya, seleksi alam. Aku sudah bilang, rasanya dulu aku punya banyak sekali teman, sampai aku bingung bagaimana caranya aku menyebut nama mereka satu-persatu. Tapi sekarang? Aku bisa menyebutkan dengan pasti orang-orang yang selalu ada untukku, apapun keadaannya. 

Teruntuk kalian, teman-temanku. 
Aku tau, kehidupan kita tidak semudah dulu. Aku juga sadar, cepat atau lambat aku akan mengalami kesulitan untuk bertemu dengan kalian, atau mungkin untuk mengetahui kabar kalian saja akan terasa sulit. 
Kita semua punya kehidupan masing-masing yang harus dijalani. Dan bagaimanapun keadaan kita kelak, aku harap kalian akan selalu sama. Tidak berubah. 

Teruntuk kalian, teman-temanku. 
Sebelumnya aku juga ingin menyampaikan maaf yang sedalam-dalamnya kepada kalian, teman terbaikku, atas semua perbuatanku yang mungkin menyakiti hati kalian. Aku juga ingin mengucapkan terimakasih kepada kalian atas semua bantuan, dukungan, nasehat, peringatan, dan apapun yang mendorongku menjadi manusia yang lebih baik. 
Mungkin kalian semua bertanya-tanya kenapa aku menulis semua ini? 
Aku hanya ingin kalian tau, bahwa aku sangat menyayangi kalian dan aku tidak ingin kehilangan kalian. 

Senin, 06 Oktober 2014

Aku Sibuk

"Kamu kemana aja sih?" "Aku sibuk."
"Kenapa kamu baru ngehubungin aku sekarang?" "Aku sibuk."
"......." "Aku sibuk."

Pernah ngerasain yang kayak gini? Aku rasa semua orang pernah. Gimana perasaan kamu setelah mendapat 'perlakuan' seperti ini? Kadang kesel, kadang pengen marah, tapi gimana. Semua yang dia lakuin 'terkadang' emang buat masa depan dia. Siapa yang ngga mengharapkan masa depan cemerlang, kan?
Terus kalo udah kayak gini, kita harus gimana? Emang sih, kita (terutama cewek) paling sebel kalo dicuekin, paling sebel kalo nggak diperhatiin, paling sebel kalo nggak diprioritasin. Sebel boleh, tapi harus tau batas. Maksudnya gini, kalo emang kita udah nggak tahan lagi karena dia sibuk banget, kenapa kita nggak coba buat ngomong sama dia. Karena pada dasarnya, semua masalah yang ada pada 'aku dan kamu' ya emang bisa diselesaikan oleh orang yang bersangkutan. Nah, disini yang berbahaya. Ngerti kan arah percakapan ini kemana? Hihhi.
Aku (sebagai seorang cewek) ngerti banget gimana keselnya kalo nggak diperhatiin karena dia terlalu sibuk. Ada yang pernah nggak dikabarin hampir 2 atau 3 bulan nggak? :") Sekalinya dikabarin malah dia udah sama yang lain. Gila, nyeseknya disini bro, hiks. Anyway, pada dasarnya komunikasi itu emang harus tetep ada. Percuma juga kan kalo kita ngabarin tiap hari tapi ternyata kita masih bohong juga. (Contoh: "Lagi dimana sayang?" "Lagi dirumah aja nih nggak ada kerjaan." *Padahal dia pergi sama temennya atau mungkin selingkuhannya, who knows?*)
Cowok itu makhluk Tuhan yang paling susah buat multi-tasking. Misalnya gini, kalo kita lagi ngobrol sama pasangan terus tiba-tiba ada bbm/sms masuk di handphone dia, dan kalo dia langsung buka/baca pasti otomatis dia bakal ngediemin kita dulu buat beberapa menit. Cowok itu nggak bisa atau mungkin kesulitan melakukan beberapa hal sekaligus dalam satu waktu. Beda sama cewek, kita (cewek) kalo lagi sama temen ngobrol asik sampe ketawa-ketawa unyu aja masih bisa kok bales bbm/sms si dia. Itu loh yang ngebedain. Kesel? Bete? Pasti. 
Terus harus gimana dong? Masa kita harus nungguin dia sadar? Sampe kapan? Capek loh gini terus. Fyi aja nih, kalian (siapa pun yang baca) ngerasa nggak sih kalo cewek itu sebenernya 'Drama Queen'?  Cewek itu terlalu perasa, kadang bertabrakan sama sifat cowok yang pemikir.
Lah terus? Kita harus jadi pemikir juga? Sebenernya nggak harus. Kita harus bisa lebih peka dan mengerti keadaan.
Kok malah jadi cewek yang harus peka? Kan cowok yang sibuk, dia yang nggak ngasih kabar. Kenapa jadi cewek? Kok cowok egois banget? Gini deh, emang baiknya kita obrolin dulu berdua sama pasangan. Sesibuk apa sih dia sampe ngga bisa ngabarin satu menit doang. Atau jangan-janga emang ternyata kita belum benar-benar mengenal siapa itu pasangan kita. Kadang, ada beberapa contoh cowok yang emang gaya hidup mereka seperti itu. Nah, kalo udah sifat dia, kita mau apa? Disitu kita harus peka, artinya harus bisa memposisika diri kita. Kesel, marah, ngambek boleh, cuma kalo kita bener-bener sayang sama dia ya itu konsekuensinya dong >< Cowok itu sebenernya bukan egois, mereka dilahirkan untuk menjadi seorang pemimpin, apapun itu. Dia mungkin bersikap lebih tegas dalam sebuah hubungan. Memang kadang-kadang terkesan egois dan ingin menang sendiri, tapi percaya deh, mereka juga ngelakuin itu demi kebaika kita juga ^^
Ohiya hampir lupa, satu lagi yang pengen aku sampein. Jangan sampe kalian berpikiran untuk berpaling ke orang lain cuma karena pasangan kalian sibuk. JANGAN! Karena percayalah, kalo kalian 'curhat' sama lawan jenis tentang pasangan kalian, sesungguhnya itu adalah awal dari segala modus. Haha. 
Intinya komunikasi emang hal penting dalam suatu hubungan. Nggak sedikit orang yang putus atau bahkan bercerai karena adanya miss-komunikasi. Tapi satu yang terpenting, kita harus percaya sama pasangan kita. *smooch*

Minggu, 28 September 2014

Kemana aja?

Ini postingan kedua aku di tahun ini ya? Gila, udah lama banget nggak nulis. Iyalah, secara udah jadi mahasiswa tingkat akhir gitu yaaa. Biar kesannya sok sibuk aja sih. *abaikan* Tapi serius, aku lagi sibuk sekali ngurusin segala macam jenis pekuliahan tingkat akhir yang edannya bukan main T.T
Sedikit cerita, semester ini (jangan tanya aku semester berapa, itung aja sendiri) aku lagi disibukkan dengan berbagai jenis laporan. Ngga berbagai juga sih, cuma dua sebenernya. Laporan magang sama laporan praktek lapangan, dan semuanya belom kelar! Laporan magang sih udah selesai, revisi berkali-kali da akhirnya sekarang siap untuk dijilid dan dicetak dalam 4 atau 5 eksemplar! Wuihhh, keliatan banget kan sibuknya. Ha..ha..
Kalo aku flashback ke belakang, rasanya sedih deh. Kok sedih? Gimana nggak, rasanya baru kemaren aku ikutan ospek di kampus, jadi maba yang cupu banget dan minder sama kakak tingkat. Lha sekarang? Angkatan aku udah termasuk yang paling tua di kampus, hiks. Ngga kerasa semuanya kayak cepet banget berlalu. Aku yang dulunya hampir setiap hari ngerjain tugas makalah, tapi sekarang nggak berenti ngerjain laporan, proposal dan ngadep dosen pembimbing buat revisi ini itu.
Yep, ini dia hasil laporan magang yang pada akhirnya di ACC juga sama dosen pembimbing magang aku. Alhamdulillah.. :") Tapi tenang aja, perjuangan aku belum berhenti sampe laporan ini. Masih ada lagi laporan buat praktek lapangan nanti yang rencananya akan berjudul "Budidaya Cacing Tanah". That's right! CACINGGGGGGGG.......... Aku ngga akan minta kalia ngebayangin gimana jadinya aku ntar, karena aku juga belum tau bakalan gimana. Harusnya sih kegiatan aku yang satu ini udah jalan, tapi entahlah. Cacing tanah yang dipesen khusus dari Pulau Jawa-nya tak kunjung sampai :") 
Saking sibuknya sama urusan perkuliahan, akunya juga sampe ga begitu lieur lagi sama 'seseorang' nun jauh disana yang jarang ngasih kabar. Yap, berhubung kita berdua lagi sama-sama sibuk (anggep aja begitu), jadi emang jarang banget yang bisa ngobrolin kegiatan setiap hari masing-masing. Tapi ya, selagi feeling aku masih baik-baik aja, semuanya emang bakal in control kok, hihi. 
Oke, sekian dulu ah. Nanti malah jadi nulis yang puitis-puitis lagi disini kan ga matching, hihi. Mohon doanya ya, semoga kuliah (tingkat akhir) aku lancar dan dipermudah segala urusannya. Amin. Seeya!

Jumat, 07 Februari 2014

Suratku

Kekasih
Terbacakah tulisan hatiku
Saat langkah mulai tak sejalan

Kekasih
Masih kuingat janji di suratmu
Mengapa kini kau ingkari janjimu

Suratku itu
Lukisan luka dihati
Jangan kau hempas
Meski tak ingin kau sentuh

Kutau pasti hatimu tau walau tak baca suratku

Tak ingin kusesali
Seluruh cintaku
Walau kini ternyata
Ku melangkah tanpamu, Kasih...


Suratku - Alexa
#IRREPLACEABLE

Sabtu, 09 November 2013

Kembali

Aku kembali.
Setelah melalui berbagai-atau bisa dibilang hanya satu-kendala yang selama ini menjajah pemikiranku. Denganmu yang selalu menari-nari di dalam ingatanku, dan dengan susah payah aku mencoba untuk melupakanmu tapi ternyata aku tidak bisa. Tidak, sebenarnya bukan tidak bisa, hanya caraku saja yang salah. Aku tidak seharusnya melupakanmu, yang harus aku lakukan itu mengikhlaskanmu.Semuanya

Ya, aku baik-baik saja. Mungkin memang kepastian seperti ini yang dari dulu aku harapkan. Aku tidak harus menunggu (lagi). Aku bisa dengan bebas melakukan apapun tanpa terbeban dengan berbagai pemikiran tentang 'apa yang dia lakukan disana?'
Semuanya telah berubah. Kamu yang telah meninggalkanku terlebih dahulu dan aku harus menanggung luka dan memperbaiki (lagi) kepingan-kepingan hati yang telah kau hancurkan. Tapi tetap saja, aku tetaplah aku dan mungkin aka berubah menjadi aku yang lebih kuat dan bisa menerima kenyataan.
Tidak mudah, memang. Masih ada saja saat dimana aku masih belum bisa mengikhlaskan. Tapi semua ini harus segera berakhir. Tidak ada manusia yang ingin mengulang kembali kebodohan yang sudah mereka lakukan, begitu juga aku. Aku harus bisa kembali. Memposisikan bahwa, aku dan kamu, saat ini bukan sepasang manusia yang mempunyai hubungan spesial.
Bukan masalah besar, ada banyak hal yang bisa aku lakukan. Salah satunya, memikirkan masa depanku. Kehidupanku kelak yang aku yakin akan lebih indah, dengannya. Dia yang menemaniku dalam keadaan apapun, walaupun aku tau, aku belum bisa menjadi orang yang baik untuknya. Tetapi dia berhasil membuatku meninggalkan jejakku yang lalu, bersamamu.

Move on itu nggak gampang, tapi siapa yang tau kalau kita tidak mencobanya?
Aku akan memulai kembali semuanya. Mulai membuka hati dan mencintai orang baru; mencintainya...

Rabu, 16 Oktober 2013

Result

jadiiiiiiii...............
ini hasil yang gue dapet selama berbulan-bulan gue berjuang ibarat mempertahankan sebuah pelangi di malam hari.
bego? mungkin iya. tapi emang ini yang awalnya gue kehendaki.
ga bisa nyalahin dia, dan emang begonya gue ga bisa menyeimbangkan antara logika dengan perasaan.

sekitar dua minggu yang lalu gue masih hobi men-stalking kamu.
awalnya aku pikir itu hal yang biasa, but yeah you know orang yang ga tau keadaan gue juga bisa tau posisinya.
oke, gue tetep stay cool dengan pemikiran, "i'm fine. it will be fine."
tapi lama-kelamaan tetep aja ada perasaan yang ngeganjel di hati gue.
terus gue bisa apa? minta penjelasan? gue siapa ya?
dan ada satu hari dimana-BOOM-bahkan gue ngerasa dunia seketika runtuh di kepala gue.
kenapa? kenapa harus dia? kenapa lo ninggalin gue lagi setelah dulu kamu berusaha mencegak aku untuk pergi? kenapa kamu jahat? kenapa kamu ga mikirin perasaan aku? kamu ga tau kalo aku disini masih nungguin kamu?
yah, kurang lebih dialog itu yang muncul di kepala gue sehari semalem.
gue kurang apa? gue salah apa sampe diginiin lagi? masalah jarak? atau ada masalah lain?
bahkan sampai detik ini aku belum menemukan jawabannya. dan mungkin entah kapan gue bakal dapet jawaban itu.

oke, disini. gue masih berusaha untuk membuat diri gue normal kembali. bertingkah seolah-olah nggak terjadi apa-apa. gue coba. dan gue harap bisa.
gue ga marah. dan mungkin kamu juga tau kalo gue ga bisa marah sama kamu.
cuma aku minta satu ini lagi sama kamu, tolong hargain apa yang udah kamu miliki.
aku ga pengen ada aku-aku-yanglain yang mengalami hal ini.
satu hal yang harus kamu tau, kalau aku menghargaimu.
terimakasih kamu udah mengisi hidup gue selama beberapa bulan belakangan ini.
terimakasih kamu udah menginspirasi tulisan-tulisan di blog gue selama ini.
terimakasih kamu udah pernah ngasih kasih sayang sama gue walaupun ga sepenuhnya.
maaf aku ga bisa jadi orang yang kamu inginkan.
maaf aku ga bisa ada di deket kamu pas kamu butuhin.
maaf atas apa yang udah aku lakuin sama lamu.
semoga saat ini kamu bisa bahagia. bahagia bersamanya.
terimakasih, Ginanjar :)

Minggu, 01 September 2013

Untitled

Pernah ga kalian ngerasain sendiri?
Sendiri dalam artian berbagai hal.
Sendirian dikamar, sendirian di lingkungan, sendirian ngejalanin hidup?
Sadar nggak sadar, seharusnya emang kita harus dibiasakam hidup sendiri.
Kenapa? Kita dilahirkan ke dunia juga sendiri kan? Pengecualian kalo yang anak kembar. Bahkan kita meninggal nantipun kita bakal sendirian.
Terus masalahnya apa?
Masalahnya, manusia itu makhluk sosial yang nggak bisa hidup sendiri.
Kita butuh manusia yang lain untuk melengkapi dan menjalani hidup.
Tuhan itu baik. Tuhan menciptakan manusia secara berpasang-pasangan.
Tujuannya? Mungkin agar kita tidak sendirian dalam menjalani kehidupan di dunia.
Hanya saja, untuk menemukan seseorang yang telah ditakdirkan Tuhan menjadi pasangan kita itu tidak mudah.
Seperti kita ketahui, hidup itu perjuangan.
Ngejalani semuanya nggak bisa kayak kita ngebalikin telapak tangan. Butuh proses.
Tapi kita mesti tetep inget. Ada awal, ada akhir.
Dulu, gue sempet nulis di note facebook gue dan ada kata-kata dari temen gue yang masih gue inget sampe sekarang.
"Kalo kita berani jatuh cinta, konsekuensinya kita harus berani kehilangan."
Konsep awal, setiap ada pertemuan, cepat atau lambat pasti bakal ada perpisahan.
Ga peduli apa yang memisahkan, hal itu bakal tetep terjadi.
Tugas kita sekarang apa? Jalani dan nikmati apa yang udah dan akan lo dapetin.
Hidup emang cuman satu kali kan?
Tunggu tanggal mainnya, tunggu waktu yang pas, dan tunggu orang yang tepat.
Sedih emang disaat mereka bisa berdua dengan orang yang mereka sayangi sedangkan kita cuma bisa ngeliatin doang. Cuman, gue percaya kalo Tuhan itu baik.
Saat ini mungkin gue belum bisa dapetin apa yang gue mau.
Tapi gue percaya, Tuhan bakalan ngasih kado paling indah buat mereka yang bersabar.
Pasti.

Rabu, 07 Agustus 2013

7 Agustus

Palembang, 7 Agustus 2013
Hari ini, aku kembali mengingatmu.
Kembali mengingat beragam kejadian tahun lalu; antara aku dan kamu.
Rasanya, waktu berlalu begitu cepat.
Atau bisa aku bilang, terlalu cepat.
Sepertinya baru kemarin aku bertemu denganmu.
Baru kemarin juga aku meninggalkanmu, disana.

Bandung, 7Agustus 2012
Selasa itu, sudah seminggu aku berada di kota kelahiranku.
Aku masih ingat pada tanggal 1 Agustus lalu kembali melihatmu.
Tak terasa sudah seminggu berlalu.
Tak terasa juga, ini sudah saatnya aku meninggalkan kota ini untuk kembali beraktivitas di Palembang.
Aku ingat, semalam aku masih bisa bersenda gurau bersamamu.
Melewati malam berdua seperti sepasang kekasih yang sudah lama sekali tidak berjumpa.
Aku juga ingat, betapa senangnya aku saat menghabiskan waktu di Bandung bersamanya.
Sayangnya semua itu terlalu singkat.
Hari ini, 7 Agustus 2012 aku sudah harus pulang.
Betapa sedihnya aku ketika harus meninggalkanmu.
Dan yang lebih menyedihkan, kata-katamu yang mengantar kepergianku kembali ke Palembang.
"I remember last night we are still together."
"Jangan nangis di bandara, nangisnya nanti aja di Palembang. Kesininya nanti lagi aja, sekarang kamu pulang dulu. Love and miss you so much."
"I miss you. Kalau udah mau take off kabarin ya."
"Hati-hati ya. Have a safe flight. Kalo udah di Palembang dan nggak sibuk kabarin aku ya. I will miss you."

Palembang, 7 Agustus 2013
Harus kamu tau, rasanya sekarang aku ingin menangis.
Menangisi apa? Ketidakhadiranmu? Kerinduanku?
Aku merindukanmu. Aku merindukanmu. Aku sangat merindukanmu.
Bisakah kamu percaya itu?

Kamis, 01 Agustus 2013

1 Agustus

Palembang, 1 Agustus 2013.
Hari ini, tepat satu tahun yang lalu aku kembali bertemu denganmu.
Satu tahun yang lalu juga aku menyimpan rasa kepadamu.
Sadar atau tidak, ternyata waktu berjalan begitu cepat.
Perasaan yang ada saat ini, mungkin masih sama ketika aku kembali melihatmu lagi.
Mata yang indah, senyum yang teduh. Semuanya ada padamu.
Entah kenapa, saat ini aku ingin mengulang hari itu.
Hari dimana aku bisa loncat-loncat kegirangan setelah bertemu denganmu.
Hari dimana aku tidak bisa berhenti tersenyum.
Ya, aku merasa hari itu sangat indah.


Bandung, 1 Agustus 2012.
Hari itu, aku baru saja tiba di kota kelahiranku.
Aku ingat sekali, saat itu waktu menunjukkan pukul 7 malam.
Aku langsung menghubungimu, untuk memberitahukan bahwa aku sudah sampai dengan selamat.
Entah dari mana asalnya, tiba-tiba saja aku sangat menginginkan sebungkus nasi padang.
Apa kau ingat? Saat itu juga kau langsung bergegas mendatangiku untuk mengajakku membeli nasi itu.
Lucu memang. Karena saat itu sudah jam 9.
Tapi apa kau tau? Saat itu aku bingung dan takut untuk melihatmu.
Aku harus bilang apa? Aku harus gimana? Intinya, takut serba salah.
Tapi ternyata, saat ak melihatmu, tak ada kata yang bisa aku keluarkan selain 'Hai'.
Bodohnya...
Ingatanku tentang semua itu masih terekam jelas.
Kamu tidak tahu kan kalau sepanjang jalan aku tidak bisa berhenti tersenyum.
Walaupun jaraknya tidak begitu jauh.
Pertemuan awal yang terbilang cukup dan mungkin sangat singkat. Tidak lebih dari 30 menit.
Percayakah kamu kalau sesampainya aku dirumah aku loncat-loncat dan pipiku terlihat merah padam?
Aku tidak bisa menyembunyikan rasa bahagiaku saat aku kembali bertemu denganmu.


Palembang, 1 Agustus 2013
Aku hanya ingin mengingatkan saat yang tidak akan pernah aku lupakan kepadamu.
Aku juga berharap kau tidak melupakannya.
Seandainya hari ini aku bisa berada disana, rasanya moment ini akan menjadi sangat indah untukku.
Semoga kamu membacanya ya...
Aku merindukan saat-saat itu. Dan yang lebih penting, aku sangat merindukanmu...

Minggu, 30 Juni 2013

Teruntuk kamu, disana

Teruntuk kamu, yang selalu aku sayangi
Mungkin aku tak bisa melihatmu
Mungkin juga aku tak bisa bersamamu
Tapi percayalah, akan selalu ada jalan untukku untukmu

Teruntuk kamu, yang selalu aku nanti
Mungkin aku bukan seseorang yang penting
Mungkin juga aku hanya sebagai penghalang
Tapi percayalah, aku tak akan menyerah secepat itu

Teruntuk kamu, yang selalu aku cintai
Mungkin aku hanya berjuang sendiri
Mungkin juga aku sudah tersesat dalam keindahanmu
Tapi percayalah, hatiku memilihmu dan mungkin akan selalu kamu

Dengan atau Tanpamu

Tak terlukiskan
Tak terkatakan
Semua yg kurasakan selama ini

Bila kulukiskan
Bila kukatakan
Semuanya tak kan cukup kau sadari
Sesungguhnya tak kuberikan seluruh

Reff:
Cintaku ini, terlanjur mencintai
Terlanjur menyayangi
Dirimu seorang
Cintaku ini, terlanjur memilihmu
Terlanjur memujamu
Dengan atau tanpamu
Disisiku

Bila kulukiskan
Bila kukatakan
Semuanya takkan cukup kau sadari



(Jimmy)
Sumber: Kapanlagi.com

Selasa, 25 Juni 2013

Komitmen = Kesetiaan?

Gue punya satu pertanyaan.
Apa sih pentingnya komitmen buat kalian?
Dari beberapa hal yang gue perhatiin di sekitar gue, komitmen itu nggak dipandang sebagai sesuatu yang sangat amat dan harus dijaga. Sebagia dari mereka malah berpendapat kalau 'komitmen' itu sendiri bisa membatasi ruang gerak seseorang. 
Misalnya gini, kita punya komitmen, atau katakanlah kita berpacaran sama seseorang, tetapi kita nggak ngejaga komitmen itu. Iya, kita masih deket sama orang lain yang bukan pasangan kita itu. Oke, emang komitmen itu sendiri nggak cuma sebatas itu aja kan? Cuma kalo dipikir-pikir sih gini. Kalo sewaktu kita pacaran aja kita nggak bisa ngehargai komitmen, gimana kita mau berkomitmen untuk hal yang lebih serius?
Emang sih, seiring denga berjalannya waktu, pemikiran setiap orang pasti bisa berubah. Mereka yang tadinya menganggap remeh si komitmen itu tadi, lambat laun pasti akan memikirkan betapa pentingnya sebuah komitmen. Oh iya, komitmen itu sendiri kalo menurut gue sih kesetiaan seseorang terhadap pasangannya. Nggak peduli itu pasanga mau ngelakuin apa, tapi selagi kita berkomitmen untuk menjalani hubungan itu bersama-sama, ya akan mereka lakukan. Ga peduli dengan orang-orang yang menentang ataupun yang mencoba merusak, ga peduli dengan jarak (mungkin) yang memisahka mereka (untuk sementara waktu), mereka tetap berkomitmen. Itu menurut gue sih. Dan sayangnya, komitmen-komitmen yang seperti itu yang kadang disepeleka oleh sebagian orang. Bukan begitu?

Langit

Mentari
Membuatku terjaga dari fatamorgana
Memberikan senyuman terindah di hari-hariku
Menyadarkanku betapa sejuknya udara yang kuhirup

Mendung
Membuatku menepi di tengah rintik hujan
Memberikan kejutan kilat yang tak terbayangkan
Menyadarkanku betapa banyak kerikil tajam yang menghadang

Senja
Membuatku terperangah akan keelokannya
Memberikan kebahagiaan bagi yang menikmatinya
Menyadarkanku betapa indahnya pelangi seusai hujan

Malam
Membuatku terlelap saat merasa lelah
Memberikan cahaya bintang yang bersinar terang
Menyadarkanku untuk bersyukur dan menikmati keindahan-Nya



N.B: ini gatau termasuk jenis puisi atau nggak. But, semoga enak dibaca aja deh xoxo

Jumat, 21 Juni 2013

HEY YA!

GUE GA MAU BANYAK OMONG DEH DI POSTINGAN GUE KALI INI.
GUE CUMA MAU BILANG SELAMAT TANGGAL 21 JUNI YANG KE 20 KALINYA DI HIDUP KAMU.
SEMOGA DI TAHUN INI KAMU JADI LEBIH BAIK DARI TAHUN-TAHUN SEBELUMNYA.
SAMA KAYAK PESAN AKU YANG KECEPETAN DATENG ITU, "SEMOGA APA YANG KAMU PERJUANGKAN MENJADI KENYATAAN!" #IFYOUKNOWWHATIMEAN
BARAKALLAH! BEST WISHES FOR YOU! I MISS YOU! HAHAHA

Senin, 10 Juni 2013

The Reason

I'm not a perfect person
There's many things I wish I didn't do
But I continue learning
I never meant to do those things to you
And so I have to say before I go
That I just want you to know

I've found a reason for me
To change who I used to be
A reason to start over new
and the reason is you

I'm sorry that I hurt you
It's something I must live with everyday
And all the pain I put you through
I wish that I could take it all away
And be the one who catches all your tears
Thats why I need you to hear

I've found a reason for me
To change who I used to be
A reason to start over new
and the reason is You

and the reason is You [x3]

I'm not a perfect person
I never meant to do those things to you
And so I have to say before I go
That I just want you to know

I've found a reason for me
To change who I used to be
A reason to start over new
and the reason is you

I've found a reason to show
A side of me you didn't know
A reason for all that I do
And the reason is you



Sumber : axlyrics.com

Jumat, 31 Mei 2013

Dream your dream

Mimpi gue makin deket nggak ya? Gue harap sih iya. 
Kenapa tiba-tiba gue bilang kayak gitu? Entahlah. Gue juga gatau kenapa.
Udah banyak banget orang yang bilang ke gue, "Jangan mimpi terlalu tinggi, ntar kalo jatoh rasanya sakit banget."
Menurut teori yang gue pelajari (lagi-lagi teori), kita boleh kok punya mimpi yang tinggi. Iya, selama mimpi itu masih masuk akal.
Jadi, kalo mimpinya nggak masuk akal, ga bakal sesampaian? Apa gunanya bermimpi kalo gitu? Hm, kalo dibahas pake teori, ntar gue disangka orang yang teoritis. 
Mimpi = Harapan = Doa
Yap, itu berdasarkan 'teori' yang gue pelajari. Percaya atau nggak, kembali ke keyakinan masing-masing ;)

Kamis, 30 Mei 2013

Secrets

I need another story
Something to get off my chest
My life gets kinda boring
Need something that I can confess

'Til all my sleeves are stained red
From all the truth that I've said
Come by it honestly I swear
Thought you saw me wink, no
I've been on the brink, so

[Chorus]
Tell me what you want to hear
Something that were like those years
I'm sick of all the insincere
So I'm gonna give all my secrets away
This time
Don't need another perfect line
Don't care if critics ever jump in line
I'm gonna give all my secrets away

My God
Amazing that we got this far
It's like we're chasing all those stars
Who's driving shiny big black cars

And everyday I see the news, all the problems that we could solve
And when a situation rises, just write it into an album
Seen it straight to go
I don't really like my flow, no, so

[Chorus]

Oh, got no reason, got not shame
Got no family I can blame
Just don't let me disappear
I'mma tell you everything

[Chorus x2]

All my secrets away (x2)


Sumber: metrolyrics.com