akhir-akhir ini gue emang udah jarang nge-blog. entah karena gue yang sibuk (atau mencoba untuk sibuk) atau emang gue ga mau nyempetin buat nge-blog. tapi kenapa sekalinya gue nge-post malah tengah malem gini ya? *oke, lupakan*
gue barusan abis ngomong sama diri sendiri, "sebenernya lo mau apa? sekarang lo aneh! lo lebih aneh dari makhluk paling aneh!"
"gue capek, gue capek ada di kondisi seperti ini."
"kondisi seperti apa? apa yang ngebuat lo capek?"
"banyak yang bilang gue orangnya tertutup. sebenernya gue bingung, definisi sifat yang tertutup itu kayak gimana. karena sepengetahuan gue, gue ga sepenuhnya tertutup (menurut gue). gue masih sering kok berkomunikasi secara langsung sama semua orang. cuman, batasan komunikasi gue sama orang lain itu lebih terbatasi. capek. apa yang gue terima dari mereka itu ga sebanding dengan yang gue kasih. apa itu termasuk tertutup? membatasi diri?"
"lo mau hidup sendiri? emang bisa lo hidup sendiri?"
"jujur, emang gue butuh sama orang lain. butuh banget malah. cuman, ya itu. kenapa? kenapa feedback yang gue dapet ga sama? gue suka mikir, apa yang salah sama diri gue sampe semuanya tuh kayak ga sesuai sama apa yang gue harapkan."
"yaudah, lo ga harus nyalahin siapa-siapa. mau digimanain juga, lo ya tetep lo. ga ada yang bisa ngerubah diri lo selain lo sendiri. pikirin apa yang emang layak dan harus kamu pikirin dan jangan terlalu membebani pikiran lo dengan hal-hal yang ga ada manfaatnya buat lo. inget itu!"
setelah mengeluh dan memarahi diri gue sendiri. seenggaknya pikiran gue udah jauh lebih terbuka. dan emang kayaknya gue harus sering-sering komunikasi sama diri sendiri :")
Selasa, 20 November 2012
Minggu, 28 Oktober 2012
dreamer:')
gue lagi pengen nulis. tapi gu bingung mau nulis apa -____-
sampe sekarang, gue masih bingung sama kehidupan yang gue jalanin saat ini. bukan apa-apa,gue bukannya ga bisa ngebedain yang baik sama yang buruk. cuma, gue belum bisa membedakan dengan jelas, mana yang nyata dan mana yang....mimpi.
kadang, gue punya mimpi yang cukup tinggi. tapi, gue berada di situasi yang nggak ngedukung mimpi gue itu. i mean, kita punya mimpi, tapi mereka dengan gampangnya 'menjatuhkan' mimpi yang kita punya. dengan gampangnya mereka bicara tentang betapa buruknya apa yang kita impikan. dampaknya? kita menyerah begitu saja. kita mengubah impian yang awalnya kita inginkan. jadi? secepat itukah keadaan berubah? sebegitu besarkah perkataan mereka sehingga kita terkontaminasi?
hey, mereka ga tau apa yang terjadi sama gue-kita. mereka ga berhak ngomong seenaknya tentang gue-kita. emang, apa yang kita impikan itu jarang bisa terwujud secara instan. itu sebabnya, semua hal butuh proses! proses itulah yang ga bisa kita lewatin. karena keadaan tadi tentunya. kalo kita ga bisa menghadapinya, stuck. kita cuma bisa diem disitu aja. ga ada perubahan.
kuncinya, percaya sama kemampuan sendiri. yakinin diri kalo emang kita itu bisa mewujudkan semua mimpi yang kita punya. karena ga ada yang memberikan segala keinginan dengan cuma-cuma. proses!
sampe sekarang, gue masih bingung sama kehidupan yang gue jalanin saat ini. bukan apa-apa,gue bukannya ga bisa ngebedain yang baik sama yang buruk. cuma, gue belum bisa membedakan dengan jelas, mana yang nyata dan mana yang....mimpi.
kadang, gue punya mimpi yang cukup tinggi. tapi, gue berada di situasi yang nggak ngedukung mimpi gue itu. i mean, kita punya mimpi, tapi mereka dengan gampangnya 'menjatuhkan' mimpi yang kita punya. dengan gampangnya mereka bicara tentang betapa buruknya apa yang kita impikan. dampaknya? kita menyerah begitu saja. kita mengubah impian yang awalnya kita inginkan. jadi? secepat itukah keadaan berubah? sebegitu besarkah perkataan mereka sehingga kita terkontaminasi?
hey, mereka ga tau apa yang terjadi sama gue-kita. mereka ga berhak ngomong seenaknya tentang gue-kita. emang, apa yang kita impikan itu jarang bisa terwujud secara instan. itu sebabnya, semua hal butuh proses! proses itulah yang ga bisa kita lewatin. karena keadaan tadi tentunya. kalo kita ga bisa menghadapinya, stuck. kita cuma bisa diem disitu aja. ga ada perubahan.
kuncinya, percaya sama kemampuan sendiri. yakinin diri kalo emang kita itu bisa mewujudkan semua mimpi yang kita punya. karena ga ada yang memberikan segala keinginan dengan cuma-cuma. proses!
Jumat, 19 Oktober 2012
fake?
sepertinya...
gue udah sedikit tau, kenapa manusia itu diciptakan berpasangan. jawaban yang gue temuin, karena sendiri itu ga enak. gue ga bisa ngelakuin apapun kalo sendirian. sebagian orang bilang, sendirian itu menyenangkan. lo bisa bebas melakukan apapun tanpa ada yang ngelarang lo. tapi kayaknya, kesenangan itu hanya berlangsung sementara. ga akan ada satu orangpun yang bisa hidup sendirian.
setiap seseorang pasti membutuhkan 'seseorang' untuk menemani hidupnya. untuk saling berbagi. untuk saling melengkapi. dan untuk saling mengerti. di salah satu film yang gue tonton, ada kalimat kayak gini, "hati itu tidak bisa memilih. hati itu dipilih." pertanyaan gue, gimana kalo ga ada orang yang milih? iya, gue tau setiap manusia pasti diciptakan dengan pasangannya masing-masing. tapi, apakah kita harus menunggu seseorang memilih kita?
ah, sejujurnya gue bingung mau nulis apa. pikiran gue udah lumayan kacau. entah kenapa gue ga bisa menyelesaikan masalah gue sendiri. gue punya pertanyaan lagi, "apakah hati yang sudah hancur, jika diperbaiki akan kembali seperti semula?" jika iya, tolong beritahu gue gimana caranya. karena sampe sekarang, gue belum bisa memperbaiki semuanya. memperburuk? mungkin iya. gue ga bisa kayak gini terus, sembunyi dibalik senyuman yang gue sendiri ga pernah menginginkan senyuman itu menutupi wajahku. senyuman yang menurut gue terlihat palsu. ah, kenapa semuanya terlihat semakin rumit? dimana letak kesalahannya? haruskah semuanya tetap berjalan seperti ini? bukan ini yang gue mau. bukan!
Minggu, 26 Agustus 2012
complicated = happiness!
holaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa :3
udah lumayan lama gue ga cuap-cuap di blog ini :") kangen banget masya Allah :")
sebenernya gue mau nge-post tentang liburan gue di Bandung pas awal Agustus kemaren. tapi kayaknya itu bakalan jadi konsumsi pribadi gue doang. karena ada banyak hal yang harus dipikirkan kalo diangkat ke permukaan :" ya, cuma gue sama 'dia' yang tau ;;)
anyway, di postingan gue yang ini. gue cuma mau sharing doang :)
apakah kalian pernah terluka? hidup itu penuh luka. setiap orang, gue yakin pasti pernah merasakan luka sekecil atau sebesar apapun itu. ada orang yang bisa dengan cepat sembuh dari luka itu, tapi nggak sedikit juga yang lebih memilih untuk terlarut dalam luka yang (mungkin) mereka buat sendiri.
jujur, sampe sekarangpun gue masih terjebak dalam kubangan luka. lukanya emang nggak besar, tapi lumayan dalam. entah kenapa, waktu gue denger dia belum sembuh total dari luka yang dia alamin, seketika gue bisa ngerasain apa yang dia rasain. ya, gue baru sadar kalo gue juga belum sembuh. gue sendiri sekarang masih bingung, apa bisa kita sembuh dari masing-masing luka yang kita alamin? sembuh secara total emang ga bakalan dateng secara langsung, pasti bertahap. sebenernya gue ga berusaha buat bener-bener sembuh dan ngelupain semua masa lalu gue. nggak. gue cuma percaya, masa depan gue pasti lebih baik. walaupun gue udah percaya sama apa yang gue jalanin sekarang, rasa takut pasti dan akan selalu menemani gue. takut disakitin. takut dikhianatin. takut ditinggalin. itu selalu membayangi. tapi, lagi-lagi gue percaya, semua hal di dunia ini udah ada porsinya masing-masing. gimana gue ngejalanin dan menikmatinya aja. life must go on, right?
ya, gue dan dia (mungkin) sama-sama punya luka yang masih membekas. gue inget, waktu itu gue pernah bilang ke dia, "ga bakal ada masa depan, kalo ga ada masa lalu." tinggal kita-nya aja yang harus pandai-pandai menempatkan semua kondisi.
ngebahas masalah luka, pasti ga lepas dan ga jauh dari percintaan. banyak yang bilang, cinta itu rumit. cinta itu complicated. nggak. sebenernya nggak kayak gitu. cinta itu sederhana. ya, menurut gue cinta itu simple. aku, kamu, saling menyukai, saling menyayangi, saling percaya, saling mengerti. itu cinta (menurut gue). terus kenapa banyak orang bilang cinta itu ribet? yang membuat semua itu ribet adalah lingkungan. lingkungan itu luas, ada internal atau external. internal? keluarga. mungkin backstreet. mungkin ga boleh pacaran. whatever. external? teman. orang ketiga. jarak. dan lain-lain. kebanyakan orang bermasalah dengan lingkungan luar diantara "aku" dan "kamu". teman yang tidak setuju dengan hubungan kalian? orang ketiga yang berusaha mengambil alih posisi dua orang yang saling mencintai ini? atau bahkan "aku" dan "kamu" yang terpisah jarak ribuan kilo? itu yang ngebuat cinta menjadi complicated! cara mengatasinya? nggak ada. yaiyalah, itu bagian dari pendewasaa diri. gimana cara kita menghadapi situasi seperti itu. yang harus gue lakuin cuma jalanin apa yang ada. terpikir buat menyerah? sering banget. gue sering banget berpikir untuk menyerah dengan keadaan yang cukup complicated menurut gue ini. tapi, gue harus berpikir seribu kali kalo harus mundur. kenapa? karena kalo gue mundur gitu aja, semua yang gue lakuin itu sia-sia. semuanya. ga ada artinya. dan itu yang ga gue harapkan. yang gue harapkan itu sebuah kebahagiaan. happiness. dan sekarang gue sedang diuji oleh Tuhan, dan gue lagi dalam proses menuju happiness itu :)
udah lumayan lama gue ga cuap-cuap di blog ini :") kangen banget masya Allah :")
sebenernya gue mau nge-post tentang liburan gue di Bandung pas awal Agustus kemaren. tapi kayaknya itu bakalan jadi konsumsi pribadi gue doang. karena ada banyak hal yang harus dipikirkan kalo diangkat ke permukaan :" ya, cuma gue sama 'dia' yang tau ;;)
anyway, di postingan gue yang ini. gue cuma mau sharing doang :)
apakah kalian pernah terluka? hidup itu penuh luka. setiap orang, gue yakin pasti pernah merasakan luka sekecil atau sebesar apapun itu. ada orang yang bisa dengan cepat sembuh dari luka itu, tapi nggak sedikit juga yang lebih memilih untuk terlarut dalam luka yang (mungkin) mereka buat sendiri.
jujur, sampe sekarangpun gue masih terjebak dalam kubangan luka. lukanya emang nggak besar, tapi lumayan dalam. entah kenapa, waktu gue denger dia belum sembuh total dari luka yang dia alamin, seketika gue bisa ngerasain apa yang dia rasain. ya, gue baru sadar kalo gue juga belum sembuh. gue sendiri sekarang masih bingung, apa bisa kita sembuh dari masing-masing luka yang kita alamin? sembuh secara total emang ga bakalan dateng secara langsung, pasti bertahap. sebenernya gue ga berusaha buat bener-bener sembuh dan ngelupain semua masa lalu gue. nggak. gue cuma percaya, masa depan gue pasti lebih baik. walaupun gue udah percaya sama apa yang gue jalanin sekarang, rasa takut pasti dan akan selalu menemani gue. takut disakitin. takut dikhianatin. takut ditinggalin. itu selalu membayangi. tapi, lagi-lagi gue percaya, semua hal di dunia ini udah ada porsinya masing-masing. gimana gue ngejalanin dan menikmatinya aja. life must go on, right?
ya, gue dan dia (mungkin) sama-sama punya luka yang masih membekas. gue inget, waktu itu gue pernah bilang ke dia, "ga bakal ada masa depan, kalo ga ada masa lalu." tinggal kita-nya aja yang harus pandai-pandai menempatkan semua kondisi.
ngebahas masalah luka, pasti ga lepas dan ga jauh dari percintaan. banyak yang bilang, cinta itu rumit. cinta itu complicated. nggak. sebenernya nggak kayak gitu. cinta itu sederhana. ya, menurut gue cinta itu simple. aku, kamu, saling menyukai, saling menyayangi, saling percaya, saling mengerti. itu cinta (menurut gue). terus kenapa banyak orang bilang cinta itu ribet? yang membuat semua itu ribet adalah lingkungan. lingkungan itu luas, ada internal atau external. internal? keluarga. mungkin backstreet. mungkin ga boleh pacaran. whatever. external? teman. orang ketiga. jarak. dan lain-lain. kebanyakan orang bermasalah dengan lingkungan luar diantara "aku" dan "kamu". teman yang tidak setuju dengan hubungan kalian? orang ketiga yang berusaha mengambil alih posisi dua orang yang saling mencintai ini? atau bahkan "aku" dan "kamu" yang terpisah jarak ribuan kilo? itu yang ngebuat cinta menjadi complicated! cara mengatasinya? nggak ada. yaiyalah, itu bagian dari pendewasaa diri. gimana cara kita menghadapi situasi seperti itu. yang harus gue lakuin cuma jalanin apa yang ada. terpikir buat menyerah? sering banget. gue sering banget berpikir untuk menyerah dengan keadaan yang cukup complicated menurut gue ini. tapi, gue harus berpikir seribu kali kalo harus mundur. kenapa? karena kalo gue mundur gitu aja, semua yang gue lakuin itu sia-sia. semuanya. ga ada artinya. dan itu yang ga gue harapkan. yang gue harapkan itu sebuah kebahagiaan. happiness. dan sekarang gue sedang diuji oleh Tuhan, dan gue lagi dalam proses menuju happiness itu :)
Langganan:
Postingan (Atom)